GERAKAN PANGAN MURAH DALAM RANGKA STABILISASI DAN HARGA PANGAN, JUM'AT 6 FEBRUARI 2026
Kategori: STABILISASI PASOKAN DAN HARGA PANGAN
Pemerintah Kabupaten Sukoharjo terus berupaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan melalui berbagai langkah strategis. Salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dalam rangka Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Tahun 2026 yang diselenggarakan pada hari Jumat, 6 Februari 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan ketersediaan bahan pangan pokok dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat. Dalam pelaksanaannya, berbagai komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, gula, telur, dan kebutuhan pokok lainnya disediakan dengan harga di bawah harga pasar, sehingga dapat membantu meringankan beban masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan.
Gerakan Pangan Murah ini juga melibatkan berbagai pihak sebagai bentuk kolaborasi dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Dinas Pangan turut mengundang kelompok Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) binaannya untuk berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan ini. Keterlibatan Gapoktan diharapkan mampu memperpendek rantai distribusi serta memastikan produk hasil pertanian dapat langsung tersalurkan kepada masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini juga menggandeng PINSAR Telur sebagai mitra dalam penyediaan komoditas telur dengan harga yang lebih stabil dan terjangkau. Peran PINSAR menjadi penting dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga, khususnya untuk komoditas protein hewani yang banyak dibutuhkan masyarakat.
Tidak hanya itu, Kelompok Wanita Tani (KWT) binaan Dinas Pangan juga turut diundang untuk berpartisipasi. Keterlibatan KWT diharapkan dapat memperkuat peran perempuan dalam sektor pertanian serta mendorong pengembangan produk olahan pangan lokal yang berkualitas dan bernilai tambah.
Melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan kelompok tani, Gerakan Pangan Murah ini diharapkan dapat berjalan efektif dalam menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan daya beli masyarakat. Pemerintah pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya.